Budidaya Selada Daun Semi Organik

Budidaya Selada Daun Semi Organik

Budidaya Selada Daun Semi OrganikBudidaya Selada Daun Semi Organik

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur semusim dan termasuk dalam famili compositae. Selada tumbuh baik di dataran tinggi, pertumbuhan optimal di lahan subur yang banyak mengandung humus, pasir atau lumpur.dengan pH tanah 5-6,5 Di dataran rendah kropnya kecil-kecil dan cepat berbunga. Waktu tanam terbaik pada akhir musim hujan, walaupun demikian dapat
ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.

Menurut para vegetarian, manfaat sayur tidak hanya membuat tubuh sehat karena tidak terjadi timbunan lemak hewan, tetapi juga berkhasiat untuk menghaluskan kulit. Sebagian besar tanaman sayur yang tersedia dipasar merupakan produk budidaya pertanian moderen yang dari segi kesehatan sebenarnya kurang layak untuk dikonsumsi.

Teknologi Budidaya

1. Benih
Jenis selada yang banyak dibudidayakan :
Selada mentega disebut juga dengan selada bokor atau selada daun, bentuk kropnya bulat tapi lepas.
Selada (heading lettuce) atau selada korp, bentuk korp bulat dan lonjong, kropnya padat atau kompak.
Kebutuhan benih + 400 g biji / hektar.

2. Pengolahan Lahan

Gambar 1.2 Lahan Tanam Bedengan
Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur, untuk mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai lahan. Jarak antar bedeng 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit.

3. Persemaian

Gambar 1.3 Penyemaian Benih Selada
Biji dapat langsung ditanam di lapangan, tetapi lebih baik disemaikan.
Sebelumnya, benih direndam dalam air hangat (50ÂșC) selama satu malam atau dalam larutan Previcur N ( 0,1 %) selama + 2 jam kemudian dikeringkan.
Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari dan diberi naungan/atap
Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama.

4. Penanaman
Setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki 4-5 helai daun tanaman dapat dipindahkan ke bedengan yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm.

5. Pemupukan
3 hari sebelum tanam berikan pupuk kandang kotoran ayam 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan takaran 4 kg/m2.
Pada umur 2 minggu setelah tanam lakukan pemupukan susulan Urea 150 kg/ha (15 gr/m2) agar pemberian pupuk lebih merata pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman.
Selanjutnya dapat ditambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.
6. Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan tiap hari sampai selada tumbuh normal, kemudian diulang sesuai kebutuhan. Jika ada tanaman yang mati, segera disulam sebelum tanaman berumur 15 hari. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua.

7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Penyakit yang sering menyerang tanaman selada yaitu bercak hitam daun dan cacar daun. Hama yang sering ditemui adalah ulat daun, belalang, dan nyamuk kecil bila keadaan lembab. Pengendalian hama dapat dilakukan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan, jika terpaksa gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.
Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, takaran, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

8. Panen
Selada dapat dipanen setelah berumur + 2 bulan, dengan mencabut batang tanaman atau memotong pangkal batang. Tanaman yang baik dapat menghasilkan + 15 ton/ha.

9. Pasca Panen
Untuk menjaga kualitasnya, dengan cara merendam bagian akar tanaman dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin.

 

RECENT POSTS