TABUNGAN DAN DEPOSITO DALAM BANK KONVENSIONAL

TABUNGAN DAN DEPOSITO DALAM BANK KONVENSIONAL

TABUNGAN

Tabungan dapat diartikan sebagai simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Ketentuan pasal 1 butir 9 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 mengemukakan bahwa tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Dari pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa tabungan mempunyai 2 unsur, yaitu :

  1. Penarikannya dengan syarat tertentu, yang berarti simpanan dalam bentuk tabungan hanya dapat ditarik sesuai dengan persyaratan tertentu yang telah disepakati oleh nasabah penyimpan dan bank.

Misalnya, ada persyaratan bahwa nasabah penyimpan dapat melakukan penarikan simpanan  setiap waktu baik dalam jumlah yang dibatasi.

  1. Cara penarikannya. Dalam hal ini penarikan simpanan dalam bentuk tabungan dapat dilakukan secara langsung oleh si nasabah penyimpan atau orang lain yang dikuasakan olehnya dengan mengisi slip penarikan yang berlaku di bank yang bersangkutan. Namun demikian, penarikannya tidak dapat dilakukan dengan mempergunakan cek, bilyet/giro, dan/atau alat lain yang dipersamakan dengan itu.

DEPOSITO

Secara umum deposito diartikan sebagai simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan.

Sedangkan menurut ketentuan pasal 1 butir 7 ditentukan bahwa deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Dari pengertian di atas dapat kami ketahui bahwa terdapat 2 unsur yang terkandung dalam deposito, yaitu :

  1. Penarikan hanya dapat dilakukan dalam waktu tertentu, yang berarti bahwa penarikan simpanan dalam bentuk deposito hanya dapat dilakukan oleh si penyimpan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah penyimpan dan bank.
  2. Cara penarikan. Dalam hal ini apabila batas waktu yang tertuang dalam perjanjian deposito tersebut telah jatuh tempo, maka si penyimpan dapat menarik deposito tersebut atau memperpanjang dengan suatu waktu yang diinginkannya.

Mengenai jangka waktu deposito terdapat beberapa alternatif yang dapat dipilih oleh nasabah penyimpan, yaitu :

Ø  1 (satu) bulan

Ø  3 (tiga) bulan

Ø  6 (enam) bulan

Ø  12 (dua belas) bulan

Ø  24 (dua puluh empat) bulan

Baca juga: