skema penggolongan protein

skema penggolongan protein

Garam – garam mineral

Didalam sistem pencernaan makanan, garam mineral tidak mengalami proses pencernaan. Hal ini disebabkan sifatnya yang mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh darah di kapiler jonjot – jonjot usus halus. Jika tubuh mengalami kekurangan garam mineral tertentu akan menyebabkan penyakit defisiensi.

Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, garam – garam mineral dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu: makroelemen dan mikroelemen

Makroelemen adalah unsur – unsur yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang banyak. Misalnya Natrium (Na), Kalsium (Ca), Kalium (K), Fosforus (P),  Magnesium (Mg), Klorin (Cl), Belerang (S), Fluorin (F), dan Iodin (I).

        Mikroelemen

Mikroelemen adalah unsur – unsur  yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit misalnya mangan (Mn), Kromium (Cr), Kobalt (Co), Molibdenum (Mo), Zink (Zn), dan Tembaga (Cu).

Tabel macam – macam mineral

Nama mineral Fungsi Jumlah kebutuhan per hari Sumber Akibat (defisiensi dan kelebihan)
Kalsium (Ca) Bersama fosfor membentuk matriks tulang dan gigi.

Membantu proses pembekuan darah.

Proses kontraksi otot, transmisi impuls saraf.

Tergantung umur, jenis kelamnin, dan kondisi tubuh

Dewasa: 0,8 g

Anak – anak: 1,4 g

Ibu hamil: 1,5 g

Ibu menyusui: 2,0 g

Susu, keju, kuning telur, mentega, udang.

Sayuran kol, bit wortel, kacang – kacangan, bawang, dan buah – buahan.

Penggunaannya diatur oleh parathormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak gondok.

Defisiensi: karies pada gigi, ratikisa (pertumbuhan tulang yang tidak sempurna), mudah terjadi kejang pada otot, darah sulit membeku, osteoporosis

Kelebihan: hiperkalsemia

Fosforus (P) Pembentukan  matriks tulang, kontraksi otot, metabolisme, bahan baku fosfatid, pembelahan sel. 1,14 % berat tubuh (0,8 g) Ikan,jagung, dan kacang – kacangan Defisiensi: pada hakikatnya sama dengan defisiensi Ca, demineralisasi tulang

Kelebihan: pengikisan rahang

Besi (Fe) Komponen enzim sitokrom yang berperan dalam respirasi sel, komponen inti logam dari hemoglobin 15 – 30 mg Sayuran hijau: bayam dan kangkung Defisiensi: anemia

Kelebihan: sirosis pada hati

Natrium (Na) Membentuk natrium bikarbonat yang berperan dalam keseimbangan asam – basa cairan tubuh, membantu mempertahankan iritabilitas (kepekaan terhadap rangsang) sel – sel otot dan saraf, keseimbangan osmotik cairan ekstraseluler. 0,1 – 0,2 % berat tubuh Garam dapur Defisiensi: nilai osmotik cairan ekstraseluler turun sehingga mengakibatkan terganggunya pengaturan suhu tubuh, kejang, otot dan kelelahan.

Kelebihan: tekanan darah tinggi

Kalium (K) Sebagai katalisator pembentukan karbohidrat dan protein, kontraksi otot, tranmisi impuls saraf. Memelihara denyut jantung, pengaturan pelepasaninsulin dari pankreas 0,1 – 0,2 % berat tubuh Daging unggas, buah – buahan, dan sayur – sayuran. Defisiensi: hambatan pertumbuhan, kelemahan otot, denyut jantung tidak normal

Kelebihan: kejang otot bahkan kematian.

Iodin (I) Berperan penting dalam penyusunan hormon tiroksin 0,14 % berat tubuh Ikan laut, minyak ikan, sayuran hijau, kulit kentang, dan garam beriodin. Defisiensi: kurangnya pendengaran pada janin yang dikandung, pembengkakan kelenjar gondok, kecerdasan menurun, kerdil

Kelebihan: aktivitas tiroid menurun

Belerang (S) Komponen penyususn beberapa vitamin: tiamin, biotin, asam panthotenat, aktivator enzim, membantu peyimpanan dan pembebasan energi Tergantung kebutuhan. asam amino sulfur Telur, daging, keju, sayuran hijau Defisiensi: berhubungan dengan asam amino sulfur

Kelebihan: pertumbuhan terhambat

Magnesium (Mg) Respirasi intrasel, katalisator beberapa reaksi biokimia tubuh, unsur penting dalam otot, tulang, dan eritrosit. 0,07 % berat tubuh Padi – padian, daging, dan susu Defisiensi: kontrol emosi dan mental turun, perubahan yang mengarah padakerusakan ginjal dan kardiovaskuler

Kelebihan: diare

Fluorin (F) Menguatkan dan meningkatkan daya tahan gigi Telur, susu, garam, ikan laut, dan teh hijau Defisiensi: caries dentis

Kelebihan: kepadatan gigi meningkat, menggangu impuls saraf

Klorin (Cl) Komponen penyusun asam lambung serta keseimbangan 2 g Garam dapur Defisiensi: kontraksi otot abnormal

SUmber: https://promo-honda.id/serai-wangi-penghasil-minyak-atsiri-masa-depan/