Kemkominfo bantah data pelanggan seluler dijual, yang ada penyalahgunaan data

Kemkominfo bantah data pelanggan seluler dijual, yang ada penyalahgunaan data

Kemkominfo bantah data pelanggan seluler dijual, yang ada penyalahgunaan data

– Kementerian Komunikasi dan Informatika menepis adanya penjualan data pelanggan

kartu prabayar ke negara lain dan kebocoran data nomor induk kependudukan (NIK) serta kartu keluarga (KK) menyusul keharusan registrasi ulang pelanggan seluler di seluruh Indonesia.

“Ada isu kebocoran data, penjualan data ke negara asing, semuanya sama sekali tidak benar. Pak Menteri juga sudah membantah di Twitter soal penjualan data karena data ini sama sekali tidak kami utak atik,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemkominfo Ahmad M. Ramli dalam Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Rabu.

Terkait adanya pelanggan salah satu operator yang mengaku NIK-nya dipakai oleh 50 nomor seluler, Ahmad Ramli mengatakan yang terjadi adalah penyalahgunaan data kependudukan oleh oknum untuk melakukan registrasi ulang nomor seluler.

Ia menegaskan seluruh data kependudukan aman karena Kementerian Dalam Negeri mempunyai SOP yang ketat untuk melindunginya, selain itu operator memiliki ISO 270001.

Kemendagri punya SOP yang ketat untuk melindungi itu, operator seluler

juga dengan ISO 270001. Jadi kata-kata kebocoran itu terlalu tendensius, yang terjadi penyalahgunaan data untuk registrasi,” tutur Ahmad Ramli.

Kebijakan registrasi kartu seluler prabayar selain untuk kenyamanan dan keamanan pelanggan jasa telekomunikasi juga disampaikannya akan membawa dunia digital Indonesia lebih baik.

Berkembangnya teknologi mengubah fungsi telepon seluler dari hanya

untuk melakukan panggilan dan mengirim SMS menjadi untuk berbagai transaksi keuangan.

 

sumber :

https://cipaganti.co.id/antivirus-premium-apk/