WANITA-WANITA YANG HARAM DINIKAHI

WANITA-WANITA YANG HARAM DINIKAHI

WANITA-WANITA YANG HARAM DINIKAHI

WANITA-WANITA YANG HARAM DINIKAHI

Tidak semua orang perempuan boleh dinikahi dan ada batasan-batasan yang harus diperhatikan ketika akan memilih seorang calon istri. Wanita yang haram dinikahi atau dalam istilah arab disebut Al Muharramat, dapat dibagi menjadi dua bagian:

  1. Wanita yang haram dinikahi untuk selama-lamanya (Al-Muharramat Al-Mu’abbadah), yaitu wanita yang tidak boleh dinikahi untuk waktu yang tidak terbatas karena adanya sebab sifat pengharaman yang tidak bisa hilang, seperti karena anak perempuannya, saudara perempuannya dan lain-lainnya.[1]
  1. Wanita yang haram dinikahi untuk sementara (Al-Muharramat Al-Mu’aqqatah), yaitu wanita yang haram dinikahi karena sebab pengharamannya dapat hilang karena sesuatu sebab dan bila sebab pengharaman tersebut hilang maka wanita itu seperti halnya wanita lain yang halal dinikahi, dan keharamannya hilang, seperti wanita yang sudah menjadi istri orang lain atau wanita musyrik dan lain sebagainya.[2]

                        Adapun wanita-wanita yang haram untuk dinikahi untuk selama-lamanya disebabkan oleh tiga sebab yaitu karena sebab nasab (al muharramat bi sabab al qarabah), karena sebab mengawini seorang wanita / persemendaan (al muharramat bi sabab al mushaharah) dan karena sebab persusuan (al muharramat bi sabab ar radha’ah).

  1. Sebab hubungan nasab

                   Perempuan Yang Haram Dinikahi sebab hubungan nasab adalah sebagai berikut:

  1. Ibu-ibu, termasuk ibu, ibu dari ibu (nenek dari ibu), ibu dari ayah (nenek dari ayah) dan seterusnya keatas.
  2. Anak-anak perempuan kandung, termasuk cucu terus kebawah.
  3. Saudara-saudara perempuan, termasuk sekandung seayah dan seibu.
  4. Saudara-saudara ayah yang perempuan (bibi dari ayah), termasuk juga saudara perempuan dari kakek.
  5. Saudara-saudara ibu yang perempuan, termasuk saudara nenek yangperempuan.
  6. Anak-anak perempuan dari saudara-saudara laki-laki (keponakan darisaudara laki- laki), baik sekandung maupun seibu.
  7. Anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan (keponakan dari saudara perempuan), baik yang sekandung, seayah maupun seibu.

Pengharaman ini didasarkan pada firman Allah yang terdapat dalam Q.S An-Nisa ayat 23:

  حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ

وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ

نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ

تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ

وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan,saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan”

Hikmah adanya pengharaman sebab hubungan nasab ini sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Abu Zahrah adalah:

1) Semua syariat termasuk juga Islam Ahli Kitab dan lain-lainnya telah mengharamkan nikah dengan wanita-wanita tersebut. Hal ini adalah berdasarkan fitrah manusia sendiri, bahkan sebahagian hewan pun demikian tidak mau mengambil pasangan dari kerabatnya.

2) Menurut penelitian ilmiyah terhadap hewan bahwa perpaduan semen atau perkawinan dari jauh nasabnya telah menghasilkan keturunan yang kuat, dan perkawinan dari hewan yang dekat nasabnya menghasilkan nasl (keturunan yang lemah) dan ini dapat diqiyaskan bahwa perkawinan manusia dengan kerabat dekat pun juga akan  menghasilkan keturunan yang demikian.

3) Perkawinan dengan wanita-wanita yang dekat nasabnya dapat merusak hubungan nasab yang mulia yang telah terikat diantara mereka, juga akan hilangnya kasih sayang yang timbul dari fitrah manusia.

4) Andaikan perkawinan dengan wanita yang dekat nasabnya ini dibolehkan maka semestinya seorang laki-laki tidak bertemu atau menjauh dari kerabat-kerabatnya sehingga tidak timbul ketamakan terhadap kerabat-kerabatnya. Dengan kebolehan tersebut maka seorang laki-laki semestinya tidak boleh bertemu dengan saudara perempuannya, dengan ibunya, dengan bibinya, anak perempuannya, dan sungguh ini suatu kerusakan yang besar

  1. Sebab persemendaan / mengawini seorang wanita.

                        perempuan yang haram dinikahi karena hubungan persemendaan adalah sebagai berikut:

  1. Bekas istrinya bapak
  2. Anak-anak tiri, ialah anak-anak dari istri yang telah dicampuri. Apabila istriitu belum dicampuri maka anak tiri tersebut halal dinikahi, termasuk juga didalamnya anak-anak perempuan dari anak-anak tiri dan seterusnya.
  3. Sebab Persusuan

Susuan adalah sampainya air susu anak adam ke lambung anak yang belum berumur lebih dari 2 tahun (24 bulan). Wanita yang haram dinikahi karenan susuan adalah sebagaimana haramnya karena nasab (keturunan). Ini berdasarkan pada hadits Nabi saw:

إنها لا تحلّ لى إنها ابنة أخى من الرضاعة ويحرم من الرضاعة ما يحرم من النسب.

Artinya: ”Bahwasannya ia (anak perempuan pamanku) itu tidak halal bagiku, sesungguhnya ia adalah saudaraku sesusuan, dan haram karena sesusuan itu adalah sebagaimana haram karena keturunan’’

                        Adapun pengharaman menikahi wanita karena sesusuan ini yaitu sebagai berikut:

Ibu-ibu yang menyusukan, termasuk di dalamnya ibu dari ibu yang menyusukan, ibu dari suami ibu yang menyusukan dan seterusnya keatas.

  1. Anak-anak perempuan dari ibu yang menyusukan.
  2. Anak-anak perempuan dari semua ibu yang menyusukan.
  3. Anak-anak dari saudara laki-laki sesusuan, termasuk didalamnya anak-anak perempuan dari anak-anak laki-laki ibu dan suami ibu susuan.

d.Anak-anak dari saudara perempuan sesusuan, termasuk didalamnya anak-anak perempuan dari anak-anak perempuan dari ibu sususan dan suami ibu susuan.

  1. Saudara-saudara perempuan dari ibu yang menyusukan.
  2. Saudara perempuan dari suami ibu yang menyusukan.

Perempuan Yang Haram Dinikahi karena ada hubungan sesusuan ini hanya terdapat dalam syari’at Islam dan tidak terdapat pada peraturan hukum lainnya. Hikmah adanya pengahraman ini adalah sebagai berikut:

1) Anak yang disusukan telah memakan sebagian dari badan si ibu yang menyusukan, sehingga badan ibu tersebut telah masuk dalam susunan tubuh si anak, termasuk berpengaruh dalam perasaan dan kesehatannya. Susu adalah bagian dari darah ibu yang dapat menumbuhkan daging dan tulang anak tersebut, karena seperti anggota badannya sendiri maka perkawinan diantaranya menjadi haram.

2) Anak yang disusui menjadi satu keluarga dengan anak lain yang disusukan kepada satu ibu dan antara mereka menjadi bagian dari yang lain. Sebagaimana seorang anak yang disusukan kepadanya menjadi satu keluarga. Karena adanya hubungan nasab diharamkan maka pernikahan antara anak yang satu susuan juga diharamkan karena juga menjadi satu keluarga.

3) Dari kalangan non muslim banyak yang heran dengan peraturan ini. Menyusukan berarti memberi kehidupan pada anak yang ibunya tidak bisa menyusui. Anak yang disusui apabila tahu kalau ajaran islam menetapkan ibu yang menyusui adalah sebagai ibunya juga, maka ibu itu berhak untuk dihormati. Oleh karena itulah ia diharamkan untuk menikah dengannya sebagaimana haram menikah dengan ibunya.


Sumber: https://fgth.uk/guardians-of-the-galaxy-apk/