Rapid Test Corona: Definisi, Cara, Prosedur, Hasil, dll

Rapid Test Corona: Definisi, Cara, Prosedur, Hasil, dll

Pemerintah Indonesia sudah menerapkan metode rapid test didalam rangka menahan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Ketahui apa itu rapid test Corona, prosedur, dll.

Apa Itu Rapid Test Corona?
Rapid test adalah arti medis yang digunakan untuk tes diagnostik medis yang dilakukan bersama sederhana, mudah, dan cepat. Rapid test ini digunakan sebagai cara skrining medis awal didalam suasana darurat terhadap suasana spesifik layaknya serangan wabah.

Berdasarkan European Union, rapid test adalah perangkat medis vitro-diagnostik kualitatif atau semi-kuantitatif yang digunakan sendiri-sendiri atau didalam seri kecil untuk memberi tambahan hasil yang lebih cepat.

Berdasarkan World Health Organization (WHO), rapid test ini amat diperlukan dan berguna di negara yang terbatas oleh sumber kekuatan karena:

Rapid test memiliki mutu tinggi dan gampang digunakan.
Pemeriksaan berdasarkan terhadap teknik aglutinasi, immuno-dot, immuno-chromatographic, dan atau immuno-filtration.
Pemeriksaan dilakukan bersama cepat dan gampang yaitu hanya sekitar 10 menit hingga paling lama 2 jam.
Pemeriksaan hanya butuh alat medis sederhana.
Digunakan bersama sampel individu atau terbatas sehingga lebih ekonomis dibandingkan bersama pemeriksaan di laboratorium.
Sampel pemeriksaan memungkingkan untuk disimpan terhadap suhu kamar untuk waktu yang lama.
Hasil pemeriksaan bisa diketahui di hari yang sama.
Melihat berasal dari keefektifannya untuk mendapatkan diagnostik cepat, metode rapid test ini digunakan sebagian negara layaknya Korea Selatan dan Indonesia untuk tes virus Corona (COVID-19).

Rapid test Corona ini manfaatkan metode untuk mendeteksi antibodi Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) yaitu jenis antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus Corona. Singkatnya, andaikata antibodi berikut aktif didalam tubuh maka tubuh berikut sudah atau pernah terpapar virus Corona.

Tujuan berasal dari rapid test bukan sebagai pemeriksaan valid COVID-19, namun sebagai skrining untuk menolong mengidentifikasi atau skrining diagnosis andaikata seseorang kemungkinan positif COVID-19.

Siapa yang Harus Melakukan Rapid Test Corona?
Mengingat wabah Coronavirus ini memiliki pembawaan penyebaran yang makin meluas dan adanya keterbatasan sumber daya, berdasarkan BBC Indonesia rapid test Corona ini diprioritaskan untuk masyarakat yang masuk didalam golongan:

Kategori A: Orang-orang didalam risiko besar terpapar virus Corona termasuk ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), seluruh orang yang memiliki kontak dekat bersama ODP dan PDP layaknya keluarga, kerabat, tetangga, dan petugas kesehatan.
Kategori B: Orang-orang yang memiliki profesi bersama tingkat hubungan sosial tinggi layaknya pekerja di klinis, puskesmas, bandara, terminal, pedagang pasar, dan seluruh pekerja yang memberi tambahan fasilitas publik.
Kategori C: Orang-orang bersama tanda-tanda COVID-19 atau memiliki tanda-tanda serupa COVID-19 yang sudah dikonfirmasi oleh petugas atau fasilitas kesehatan, bukan diagnosis sendiri.
Anda bisa melaporkan diri ke service kebugaran di wilayah terdekat untuk kemudian dilaporkan ke dinas kebugaran wilayah berikut mengenai keperluan rapid test ini.

Prosedur Rapid Test Corona
Terdapat sebagian metode rapid test layaknya swab atau apusan tenggorokan dan manfaatkan spesimen darah. Rapid test Corona di Indonesia manfaatkan spesimen darah yang diambil berasal dari sampel darah di ujung jari.

Sampel darah berikut segera diteteskan ke alat rapid test untuk paham apakah ada jenis antibodi Imunoglobulin yang diproduksi tubuh untuk melawan virus Corona. Rapid test ini dilakukan didalam 10-15 menit saja, kemudian hasilnya dapat terlihat terhadap alat tes berikut bersama indikator garis yang menunjukan positif atau negatif.

Mengetahui Hasil Rapid Test Corona
Petugas kebugaran dapat memberi tambahan hasil rapid test di hari yang sama. Apabila hasilnya positif dimana tubuh sudah mengolah antibodi IgM dan IgG untuk melawan virus Corona, berarti orang berikut dipercayai terpapar virus Corona (tanpa atau bersama tanda-tanda COVID-19) dan dapat masuk terhadap pengawasan berasal dari tenaga medis.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Hasil Rapid Test COVID-19 Positif?
Jangan panik, indikator rapid test dinyatakan positif kemungkinan karena antibodi Imunoglobulin berikut aktif untuk melawan jenis virus lain, bukan virus Corona.

Rapid test ini dilakukan sebagai bagian skrining awal dan bukan berarti Anda positif COVID-19 walau kemungkinan berisiko besar. Walaupun demikian, Anda senantiasa butuh isolasi independent dan pemantauan medis yang lebih lama dan akurat.

Berikut ini petunjuk berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) andaikata Anda positif rapid test Corona (antigen atau antibodi):

Melakukan isolasi independent selama 14 hari andaikata Anda tidak mengalami tanda-tanda COVID-19 yaitu demam, batuk, suara serak, dan sesak napas. Anda termasuk perlu di bawah pemantauan tenaga medis atau hubungi fasilitas kebugaran secara digital.
Hubungi fasilitas service kebugaran (fasyankes) untuk pemeriksaan lebih lanjut andaikata Anda positif rapid test disertai tanda-tanda COVID-19
Anda bisa melakukan konsultasi berkaitan virus Corona bersama fasilitas digital health memuat Info seputar pertumbuhan COVID-19 di Indonesia
Pasien bersama hasil rapid test positif termasuk dapat ditindaklanjuti bersama pemeriksaan antigen bersama metode swap kemudian dilanjutkan bersama polymerase chain reaction (PCR) yang merupakan pemeriksaan COVID-19 secara akurat bukan hanya berdasarkan antibodi.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Hasil Rapid Test COVID-19 Negatif?
Apabila hasilnya negatif, maka orang berikut masih direkomendasikan untuk melakukan rapid test Corona setidaknya 2 kali untuk memastikan. Pasalnya, antibodi Imunoglobulin butuh setidaknya 6-7 hari untuk aktif setelah Anda terpapar virus Corona. Antibodi berikut kemungkinan belum aktif setelah Anda terpapar sehingga hasil rapid test dinyatakan negatif.

Selain itu, pasien bersama hasil pemeriksaan negatif senantiasa direkomendasikan untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak bersama orang lain untuk menahan penyebaran virus Corona.

Saat ini, rapid test menjadi keliru satu tindakan pencegahan penyebaran dan deteksi awal COVID-19 bersama hasil yang potensial. Tindakan pencegahan lain adalah bersama melakukan physical distancing atau jaga jarak aman 1,5 meter antar satu serupa lain, lockdown atau karantina wilayah, dan juga cuci tangan bersama benar dan merintis pola makan sehat untuk menaikkan antibodi.

Baca Juga :