Menikmati Episode Belum Punya Rumah

Menikmati Episode Belum Punya Rumah

Menikmati Episode Belum Punya Rumah

Menikmati Episode Belum Punya Rumah

Menikmati Episode Belum Punya Rumah

Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia, di samping kebutuhan pangan dan sandang. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat berlindung dari pengaruh angin, hujan, panas dan sebagai tempat istirahat untuk melepaskan lelah setelah melakukan kegiatan sehari-hari.

Lebih dari itu, Islam memandang rumah sebagai sesuatu yang sangat urgent dalam membentuk suatu keluarga sakinah. Tepatnya, selain sebagai tempat tinggal, rumah juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia. Misalnya sebagai tempat sembahyang, mengingat ayat-ayat Allah dan sebagai sarana taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam tataran ini, posisi rumah yang sering ditempati manusia, memiliki dua kedudukan. Yaitu ada rumah milik sendiri dan ada rumah milik orang lain yng kita tempati dengan membayar sejumlah uang sebagai konsekuensinya (baca: belum punya rumah/kontrak /kost). Dan pada umumnya setiap rumah tangga baru, ia tinggal di rumah milik orang lain.

Berkait dengan yang terakhir (belum punya rumah), bukan berarti kita tidak harus menikmati hidup ini. Tapi, justru Allah SWT tidak membedakan nikmat hidup ini atas posisi kepemilikan rumah. Karena rumah hanyalah salah satu sarana ibadah yang perlu dinikmati dalam hidup ini. Artinya, sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan hal-hal yang dilarang-Nya, maka kita harus dapat membangun suatu kenikmatan di dalam rumah. Yaitu menikmati membangun akhlakul karimah terhadap anggota keluarga.

Berkait dengan rumah yang diserahkan kepada kita untuk mengurusnya, Allah SWT menginformasikan dalam QS. An Nuur: 61, “Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuaan, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah yang kamu miliki kuncinya -rumah yang diserahkan kepada kamu mengurusnya- atau di rumah kawan-kawanmu. ….”

Secara demikian, kita harus menjadikan rumah yang kita tempati adalah sesuatu yang mendatangkan nikmat Allah dan mnyenangkan serta berada dalam ridha-Nya. Itulah berupa harapan menjadikan rumah sebagai surga bagi penghuninya. Dalam arti lain, di sinilah perlunya kita menikmati episode hidup belum punya rumah.

Nikmat yang perlu kita sebarkan di dalam rumah tidak lain adalah setiap apa yang ada di rumah dapat mengingatkan penghuninya kepada Sang Pemilik rumah yang sesungguhnya, yaitu Allah Azza wa Jalla. Caranya seperti yang diperintahkan Allah dalam QS. Yunus: 87, “…. dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat bersembahyang dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”

Selain itu, rumah juga bagi keluarga muslim merupakan tempat membangun kepribadian dan akhlak mulia bagi para penghuninya. Dan di rumah dilarang berhias/bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah (baca: QS. Al Ahzab: 33). Selanjutnya dalam menikmati episode belum punya rumah ini, kita juga harus hati-hati dalam menggunakan segala fasilitas rumah. Yaitu jangan sampai rumah kita diselimuti perbuatan makar (tipu muslihat) dan zalim terhadap orang lain, karena hal ini akan dibinasakan Allah (baca: QS. An Naml: 51-52). Dan kita pun dilarang untuk lebih mencintai rumah daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad dijalan-Nya (baca: QS. At Taubaah: 24).

Untuk itu, kita berdoa, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

Akhirnya, kita harus sadar betul bahwa sesuatu apa pun yang diberikan kepada manusia adalah kenikmatan hidup di dunia. Dan hanya dengan bekal ilmu dan keimanan kepada Allah semata, yang dapat merasakan nikmatnya hidup (beribadah) terhadap-Nya. Yakni bukan hanya nikmat dalam menjalani setiap episode hidup di dunia, tapi insya Allah berbekal kesepurnaan ikhtiar dan ketawakkalan, maka kita dapat meraih kenikmatan yang sebenarnya di akhirat kelak. Amin. Wallahu’alam.

Sumber : https://bingkis.co.id/planet-genesis-2-apk/