Pengaturan BIOS

Pengaturan BIOS

Table of Contents

Pengaturan BIOS

Pengaturan BIOS

Pengaturan BIOS

Setiap Motherboard dilengkapi berbagai pengaturan chipset yang berasal dari pabrik. Cara untuk mengakses pengaturan BIOS ini adalah dengan menekan F2 atau Delete selama beberapa detik pertama dari boot-up.
Setelah masuk ke BIOS, kita harus sangat berhati-hati. Ada baiknya untuk menulis pada sehelai kertas semua pengaturan yang ada di layar. Dengan demikian, jika Anda mengubah sesuatu dan komputer menjadi kurang stabil, Anda akan tahu settingan awalnya.
Kesalahan Umum BIOS biasanya menyangkut CAS latency. Hal ini menyangkut Ram. RAM EDO (extended data out) memiliki CAS latency 3. SDRAM memiliki CAS latensi 2. Pengaturan yang salah dapat menyebabkan Ram terkunci dan membekukan layar komputer.
Sistem Microsoft Windows sebenarnya lebih baik dalam pengalokasikan nomor IRQ dibanding sistem BIOS manapapun. Jika memungkin, atur otomatis saja nomor IRQ di BIOSnya ke Auto. Hal ini akan memungkinkan Windows untuk mengalokasikan nomor IRQ (pastikan BIOS untuk pengaturan plug and Play beralih ke OS adalah ‘yes’ untuk membolehkan Windows untuk melakukannya.).

4 Hard disk drive 
Setelah beberapa minggu, data pada hard disk drive akan mulai menjadi fragmented. Ada baiknya untuk defragment hard disk setiap minggu atau demikian, untuk mencegah dari disk menyebabkan layar beku. Ke
* Start-Programs-Accessories-System Tools-Disk Defragmenter
Disk Defragmenter akan memulai prosedur. Anda tidak akan bisa menulis data ke hard drive (untuk menyimpannya) saat disk defragmenting sedang dijalankan, sehingga adalah ide yang baik untuk membuat jadwal Disk Defragmenter saat waktu komputer tidak aktif dengan menggunakan Task Scheduler. Task Scheduler adalah salah satu ikon kecil di bagian kanan bawah tray Windows (desktop).
Beberapa trouble berupa komputer lockup dan screen freeze disebabkan oleh hard disk, masalah dapat diselesaikan dengan mengurangi optimasisasi proses read-ahead. Untuk mengesetnya dapat dilakukan melalui:
* Start-Settings-Control Panel-System Icon-Performance-File System-Hard Disk.
Hard disk akan memperlambat dan crash jika kapasitas penyimpanannya sudah terlalu penuh. Lakukan pembersihan di hard drive anda setiap beberapa bulan dan bebaskan/kosongkan beberapa space di harddisk anda. Buka folder Windows di drive C dan klik Internet Files folder. Hapus isinya (bukan foldernya) dapat membebaskan banyak ruang.
Kosongkan Recycle Bin setiap minggu untuk mendapatkan lebih banyak space/ruang. Hard disk drive harus dipindai setiap minggu untuk mendeteksi sektor kesalahan atau buruk. Masuk ke:
* Start-Programs-Accessories-System Tools-ScanDisk
Gunakan Task Scheduler untuk melakukan operasi ini di malam ketika komputer tidak digunakan.

Sumber : https://galleta.co.id/