KLASIFIKASI BAHAN BERACUN

KLASIFIKASI BAHAN BERACUN

Table of Contents

KLASIFIKASI BAHAN BERACUN

KLASIFIKASI BAHAN BERACUN

KLASIFIKASI BAHAN BERACUN

Antara lain :
1. Berdasarkan penggunaan bahan: solvent, aditif makanan dll
2. Berdasarkan target organ: hati, ginjal, paru, system haemopoetik
3. Berdasarkan fisiknya: gas, debu, cair, fume, uap dsb
4. Berdasarkan kandungan kimia: aromatic amine, hidrokarbon dll
5. Berdasarkan toksisitasnya: Ringan, sedang dan berat
6. Berdasarkan fisiologinya: iritan, asfiksan, karsinogenik dll

TINGKAT KERACUNAN BAHAN BERACUN
– Tidak ada batasan yang jelas antara bahan kimia berbahaya dan tidak berbahaya
– Bahan kimia berbahaya bila ditangani dengan baik dan benar akan aman digunakan
– Bahan kimia tidak berbahaya bila ditangani secara sembrono akan menjadi sangat berbahaya
– Paracelsus (1493-1541) ” semua bahan adalah racun, tidak ada bahan apapun yang bukan racun, hanya dosis yang benar membedakan apakah menjadi racun atau obat”
– Untuk mengetahui toksisitas bahan dikenal LD50, semakin rendah LD50 suatu bahan, maka makin berbahaya bagi tubuh dan sebaliknya
Racun super: 5 mg/kgBB atau kurang, contoh: Nikotin
Amat sangat beracun: (5-50 mg/kgBB), contoh: Timbal arsenat
Amat beracun: (50-500 mg/kgBB), contoh: Hidrokinon
Beracun sedang: (0.5-5 g/kgBB), contoh: Isopropanol
Sedikit beracun: (5-15 g/kgBB), contoh: Asam ascorbat
Tidak beracun: (>15 g/kgBB), contoh: Propilen glikol

FAKTOR YANG MENENTUKAN TINGKAT KERACUNAN
1. Sifat Fisik bahan kimia
9 Bentuk yang lebih berbahaya bila dalam bentuk cair atau gas yang mudah terinhalasi dan bentuk partikel bila terhisap, makin kecil partikel makin terdeposit dalam paru-paru
2. Dosis (konsentrasi) *
9 Semakin besar jumlah bahan kimia yang masuk dalam tubuh makin besar efek bahan racunnya
9 E = T x C
E = efek akhir yang terjadi (diturunkan seminimal dengan NAB)
T = time
C = concentration
9 Pajanan bisa akut dan kronis
3. Lamanya pemajanan *
– gejala yang ditimbulkan bisa akut, sub akut dan kronis
4. Interaksi bahan kimia
9 Aditif : efek yang timbul merupakan penjumlahan kedua bahan kimia ex. Organophosphat dengan enzim cholinesterase
9 Sinergistik : efek yang terjadi lebih berat dari penjumlahan jika diberikan sendiri2  ex. Pajanan asbes dengan merokok
9 Antagonistik : bila efek menjadi lebih ringan
5. Distribusi
9 Bahan kimia diserap dalam tubuh kemudian didistribusikan melalui aliran darah sehingga terjadi akumulasi sampai reaksi tubuh
6. Pengeluaran
9 Ginjal merupakan organ pengeluaran sangat penting, selain empedu, hati dan paru-paru
7. Faktor tuan rumah (host)
– Faktor genetic
– Jenis kelamin : pria peka terhadap bahan kimia pada ginjal, wanita pada hati
– Factor umur
– Status kesehatan
– Hygiene perorangan dan perilaku hidup
NILAI AMBANG BATAS DAN INDEKS PEMAPARAN BIOLOGIS (BIOLOGICAL EXPOSURE INDICES)
Bila pengendalian lingkungan tidak bisa mengurangi kadar bahan kimia di tempat kerja maka perlu dilakukan :
– pemantauan biologis (biological monitoring)
– Indeks pemaparan biologis (Biological exposure Indices)
Yaitu suatu nilai panduan untuk menil;ai hasil pemantauan biologis yang penetuan nilainya ditentukan dengan mengacu pada nilai NAB

Sumber : https://busbagus.co.id/iron-blade-apk/