6 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Ciptakan Alat Bantu Dengar Melalui Kacamata

6 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Ciptakan Alat Bantu Dengar Melalui Kacamata

6 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Ciptakan Alat Bantu Dengar Melalui Kacamata

6 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Ciptakan Alat Bantu Dengar Melalui Kacamata

6 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Ciptakan Alat Bantu Dengar Melalui Kacamata

6 mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

(PENS) berhasil menciptakan alat bantu bagi penderita tunarungu yang dinamakan Tulibot.

Alat bantu Tulibot ini pun berhasil meraih medali emas dan hadiah utama dalam kompetisi “Engineering Education Festival (E2Festa 2019)” di Incheon, Korea Selatan pada tanggal 26 sampai 27 November 2019.

6 mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam penciptaan alat bantu ini

terdiri dari Mochammad Ilham Maulana, Moch. Rifki Ramadhani, Yudha Sadewa, Muhammad Alan Nur, Muhammad Abdul Haq dan Namira Rizqi Annisa yang disebut dengan Tim Arek Pens.

Baca Juga: Wadah Pegawai KPK Komentari Nama-nama Calon Anggota Dewan Pengawas KPK

Penciptaan alat bantu yang dilakukan mahasisa PENS ini sempat diberitakan di akun Instagram resmi Kementerian Pendidikdan dan Kebudayaan (Kemdikbud) @kemdikbud.ri dan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) @ditjen_belmawa, dengan penghargaan dalam Anugerah Kemahasiswaan III tahun 2019 dari Kemdikbud.

Cara kerja Tulibot adalah dengan mendeteksi suara melalui aplikasi

yang sudah dirancang, lalu transkrip menjadi kata-kata dan kata-kata yang diucapkan tersebut ditampilkan di kaca mata pintar.

Ada pula sarung tangan pintar yang bisa berbahasa isyarat “American Sign Language (ASL)” jika penyandang tuna rungu ingin merespons.

 

Baca Juga :