Perbedaan SPK dengan Sistem Pakar dan SIM

Perbedaan SPK dengan Sistem Pakar dan SIM

Perbedaan SPK dengan Sistem Pakar dan SIM

 Perbedaan SPK dengan Sistem Pakar dan SIM

Perbedaan SPK dengan Sistem Pakar dan SIM

Perbedaan sistem penunjang keputusan dengan sistem pakar :

Sistem Penunjang Keputusan (SPK) Sistem Pakar (SP)
a.    Menggunakan data base (basis data)

b.   Berbasis pada permodelan

a.    Menggunakan knowledge base

b.   Berbasis pada konsultasi.

Perbedaan sistem penunjang keputusan dan SIM

Sistem Penunjang Keputusan (SPK) Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dukungan Keputusan :

a.    Problem khusus

b.   Mendukung tahapan pengambilan keputusan intelligence, design, choice, dan implementationmenurut Herbert Simon.

c.    Lebih mendukung keputussan stengah terstruktur dan tidak terstruktur.

d.   Mendukung keputusan individual manajer tertentu.

Dukungan Keputusan :

a.    Problem umum di perusahaan

b.   Mendukung tahapan pengambilan keputusan intelligence danimplementation menurut Herbert Simon.

c.    Lebih mendukung keputusan terstruktur

d.   Mendukung keputusan banyak manajer.

Dukungan Informasi :

a.    Periode informasi tak tentu

b.   Lingkup informasi sempit pada permasalahan spesifik.

c.    Akses informasi interaktif danonline.

d.   Informasi dihasilkan dari model yang canggih.

Dukungan Informasi :

a.    Informasi periodik

b.   Lingkup informasi lebih luas pada permasalah organisasi

c.    Akses informasi on line dan off line.

d.   Informasi dihasilkan menggunakan model yang sederhana.

2.4 Tipe dari Sistem Penunjang Keputusan

Sekarang SPK (sistem penunjang keputusan) dibedakan kedalam dua tipeyaitu SPK berbasis pada model (model driven DSS) dan SPK berbasis pada data (data driven DSS). SPK yang lama dibangun pada tahun 1980-an hanya berbasis pada model (model driven DSS) dengan menggunakan data secukupnya. SPK sekarang selain berbasis pada model tetapi juga mengandalkan basis data yang besar, misalnya mengandalkan data warehouse.

Steven L.Alter (1976) memberikan konsep tentang SPK berbasis model sebagai berikut:

Dari gambar ini, Alter menunjukkan bahwa terdapat bermacam-macam SPK tergantung dari tingkat kerumitan model yang digunakannya. Tiga SPK yang pertama adalah yang paling mudah. SPK paling sederhana adalah yang menggunakan model paling sederhana, yaitu hanya mengambil elemen informasi tertentu dari sebuah file. Tiga SPK terakhir merupakan SPK yang rumit berbasis pada model-model yang canggih. Beberapa ahli berargumentasi bahwa tiga SPK terakhir inilah yang benar-benar disebut dengan SPK karena berbasis pada model yang rumit.

Tipe kedua dari SPK adalah data driven DSS. Berbeda dengan model driven DSS yang mengandalkan model tetapi dengan data secukupnya, data driven DSS lebih mengandalkan data yang besar. SPK ini akan menginjinkan pemakai sistem untuk mengambil informasi dari data yang jumlahnya sangat besar. On – line analytical processing (OLAP) dan datamining dapat digunakan untuk menganalisis data yang besar ini. On-line analytical processing (OLAP) merupakan sistem informasi fungsional yang sudah ada yang mempunyai basis data yang lengkap ditambah dengan kemampuan mengambil data dan menganalisisnya secara on-line. Datamining adalah teknik yang digunakan untuk menemukan pola dan hubungan antara item-item data di data warehouse. Data warehouse adalah salinan dari data dalam bentuk basis data yang terintegrasi, sedang datamart adalah salinan dari sebagian porsi basis data yang terintegrasi.

Sumber : https://intergalactictravelbureau.com/