Calon Anggota Tidak Independen, BRTI Bisa Jadi Tempat Bisnis Regulasi

Calon Anggota Tidak Independen, BRTI Bisa Jadi Tempat Bisnis Regulasi

Calon Anggota Tidak Independen, BRTI Bisa Jadi Tempat Bisnis Regulasi

Calon Anggota Tidak Independen, BRTI Bisa Jadi Tempat Bisnis Regulasi

Calon Anggota Tidak Independen, BRTI Bisa Jadi Tempat Bisnis Regulasi

Indepedensi calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi

(KRT-BRTI) dipertanyakan banyak pihak terkait beberapa nama yang masih terafiliasi terhadap operator.

Menurut Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia adanya calon KRT yang terafiliasi dengan operator tertentu dan bahkan ada yang masih menjadi karyawan aktif pada operator tersebut, akan membuat potensi benturan kepentingan antara regulator dan operator tertentu tersebut.

Diakui Alamsyah, memang aturan secara formal yang mengatur mengenai KRT BRTI

dari operator belum ada. Namun dari prinsip governance value atau tata kelola pemerintahan yang baik khususnya di regulator yang harus inparsial, sudah seharusnya pansel dan Menkominfo bisa mempertimbangkan asal muasal dan kedekatan calon KRT BRTI dari unsur operator telekomunikasi tersebut.

Jangan sampai terlalu banyak orang yang masih aktif di industri ditarik ke BRTI, tujuan dibentuk BRTI nanti jadi hilang. Kalau industrinya tidak well perform, merugi terus dan orang yang ada di korporasi seperti itu ditarik, ditaruh di BRTI kan aneh. Orang-orang akan menduga-duga, jangan-jangan ada motif untuk menyelamatkan indystri yang bersangkutan. Akhirnya BRTI jadi tempat berbisnis regulasi bukan regulator,” kata Alamsyah kepada Selular.

Menurut komisioner Ombudsman tersebut, seharusnya sebelum calon KRT BRTI

tersebut bergabung menjadi KRT BRTI, harus ada masa jeda beberapa tahun terlebih dahulu. Ini disebabkan tugas vital dari BRTI sebagai regulator yang harus independen dan bisa menjaga kerahasiaan perusahaan telekomunikasi yang diawasinya.

“Menurut saya tugas BRTI sangat vital yaitu menyangkut kerahasiaan perusahaan telekomunikasi tempat mereka bekerja dahulu, kerahasiaan perusahaan telekomunikasi yang akan diawasi oleh BRTI, kerahasiaan badan regulasi tersebut, relasi-relasi mereka saat ini dan kewajiban jangka pendek mereka saat ini. Meski tak ada regulasinya, namun dari sisi prinsip imparsialitas, mungkin Menkominfo dan panita seleksi bisa mempertimbangkan masa jeda untuk anggota KRT BRTI dari unsur masyarakat tersebut. Khususnya yang masih aktif menjadi karyawan salah satu operator,”terang Alamsyah.

 

Baca Juga :