Efektif dan Bermakna di SMA IT Al-Multazam-Kuningan

Efektif dan Bermakna di SMA IT Al-Multazam-Kuningan

Efektif dan Bermakna di SMA IT Al-Multazam-Kuningan

Efektif dan Bermakna di SMA IT Al-Multazam-Kuningan

Efektif dan Bermakna di SMA IT Al-Multazam-Kuningan

Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna di SMA IT Al-Multazam-Kuningan

“Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna”. Itulah tema yang saya bawakan pada kesempatan In House Training (IHT) di SMA Islam Terpadu Al-Multazam Kuningan, Sabtu, 20 Juli 2013, bertempat di Ruang Auditoruim SMA Islam Terpadu Al-Multazam. Sesuai dengan surat permohonan dari panitia, saya  diminta untuk memfasilitasi rekan-rekan guru dalam rangka penguatan kompetensi para guru, terkait dengan pentingnya penerapan Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna, dan keterampilan guru dalam mengembangkan Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna.

Dalam kesempatan pelatihan ini saya mengajak peserta untuk membedah tentang “ Apa, Mengapa dan Bagaimana  Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna”.  Berbicara tentang apa Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna itu (Knowing What), saya  menggarisbawahi dan mengelaborasi bahwa Pembelajaran yang Efektif adalah pembelajaran yang berfokus pada pencapaian tujuan pembelajaran/kompetensi, yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku peserta didik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara utuh.  Sedangkan pembelajaran yang bermakna memiliki dua sisi: (1) Pembelajaran dikatakan bermakna (meaningful) jika informasi yang akan dipelajari peserta didik disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik sehingga peserta didik dapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimilikinya. Dengan kata lain. terjadinya asimilasi pengetahuan antara pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge) dengan informasi baru yang dipelajari siswa sehingga membentuk pengetahuan baru; dan (2) Pembelajaran bermakna adalah pembelajaran yang memiliki arti (nilai) psikologis bagi peserta didik yang dapat dimanfaatkannya untuk kepentingan kehidupan sehari-hari maupun masa yang akan datang.

Berkaitan dengan pentingnya Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna (Knowing  Why), saya berupaya meyakinkan para peserta, bahwa saat ini telah terjadi pergeseran paradigma pembelajaran yang disebabkan oleh bergesernya landasan pendidikan (Kebijakan Pendidikan Nasional, Psikologis, Sosiologis, dan IPTEK). Pergeseran landasan pendidikan inilah yang mengharuskan guru untuk terus menerus berupaya  mencari, menemukan dan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran yang tepat dan efektif, serta tidak lagi terpasung pada cara-cara konvensional yang mungkin sudah dianggap usang dan kadaluwarsa.

Sementara berkaitan dengan bagaimana Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna (knowing how), saya mengajak peserta untuk memahami  lebih dalam tentang Pembelajaran AktifPembelajaran KooperatifJenis-jenis  Metode Pembelajaran  Aktif/Kooperatif, serta Inovasi Pembelajaran. Karena materi ini berkaitan dengan pengetahuan prosedural, maka untuk mendalaminya saya mengajak peserta melalui praktik langsung penerapan kombinasi metode JigsawMind Map dan Snowball Throwing yang sudah saya modifikasi sedemikian rupa, disesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Dengan harapan, selain peserta dapat memperoleh pengetahuan tentang materi yang dipelajari, juga yang lebih penting peserta dapat melihat dan merasakan secara langsung bagaimana proses pembelajaran aktif, pembelajaran kooperatif, contoh metode, serta  bagaimana berinovasi dalam pembelajaran melalui upaya modifikasi itu.

Di akhir penyajian, saya diminta untuk melempar quiz yang disertai dengan pemberian door prizedari panitia, bagi peserta yang  mampu menjawab pertanyaan. Saya diberi kesempatan untuk melempar 3 (tiga) quiz.  Dua quiz pertama, saya bertanya tentang substansi materi yang dipelajari dan berhasil dijawab dengan baik oleh dua orang peserta, dan pada quiz ketiga saya melempar pertanyaan yang berbeda, dengan mengajukan pertanyaan: “Siapa diantara Anda yang siap mengimplementasikan hasil pelatihan ini? Alhamdulillah, ternyata ada peserta yang mengacungkan tangan, dan menjawab: “Saya siap mengimplementasikannya paling lambat minggu depan”.  Lantas, saya pun memberikan  door prize sebagai apresiasi saya atas kemauan dan keberaniannya untuk segera menerapkan apa yang telah didapatkan dari pelatihan ini. Bagi saya, kemauan dan keberanian  untuk menerapkan hasil pelatihan jauh lebih utama, terlepas sempurna atau tidaknya praktik yang dilakukannya. Jika dapat mempraktikannya dengan baik, tentu itu yang diharapkan, tetapi manakala masih belum sempurna, yakin bahwa  hari esok masih ada kesempatan untuk memperbaiknya, menuju pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.