Pers dan Mahasiswa Harus Berkolaborasi Menjaga Stabilitas Nasional

Pers dan Mahasiswa Harus Berkolaborasi Menjaga Stabilitas Nasional

Pers dan Mahasiswa Harus Berkolaborasi Menjaga Stabilitas Nasional

Pers dan Mahasiswa Harus Berkolaborasi Menjaga Stabilitas Nasional

Pers dan Mahasiswa Harus Berkolaborasi Menjaga Stabilitas Nasional

Pers dan mahasiswa harus berkolaborasi menjaga stabilitas nasional

. Pers harus membantu menyuarakan pemikiran dan gerakan mahasiswa yang dinilai mendukung memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian diingatkan Pemimpin Redaksi GoRiau.com Hasan Basril saat menjadi narasumber pada Diskusi Publik dengan tema: “Peran Pers dan Mahasiswa dalam Menjaga Stabilitas Nasional Serta Menangkal Propaganda Kepentingan Terhadap Pemerintah” di aula Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, Riau, Jumat (19/5/2017). Diskusi yang dipandu Haspian Tehe ini dilaksanakan Fakultas Ilmu Komunikasi Umri bekerja sama dengan Lembaga Studi Informasi Strategis.

Hasan mengingatkan hanya mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan yang sangat baik

yang bisa berperan dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu Hasan mengimbau para mahasiswa terus-menerus memperluas dan memperdalam wawasan kebangsaannya. ”Kalau ingin berperan mencerdaskan masyarakat tentu mahasiswanya harus mencerdaskan diri terlebih dulu,” kata Koordinator Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru tersebut.

Hasan menambahkan, gangguan terhadap stabilitas nasional belakangan ini ikut dipengaruhi bertaburnya informasi palsu (hoax) di media sosial dan media massa yang bernada menghasut. Menurut Hasan, untuk memastikan kebenaran informasi di media sosial, masyarakat bisa menggunakan media massa mainstream (arus utama) sebagai alat koreksi. ”Kalau tidak muncul beritanya di media-media mainstream, kemungkinan besar informasinya palsu, jangan dipercaya,” ujar dosen jurnalistik di sejumlah perguruan tinggi tersebut.

Terkait peran pers menjaga stabilitas nasional, Hasan mengatakan, ketika wartawan disiplin

mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, maka praktis wartawan bersangkutan telah berperan menjaga stabilitas nasional.

Hasan menjelaskan, agar berperan maksimal dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada sejumlah fungsi yang harus dijalankan pers secara konsisten, yakni fungsi mencerahkan masyarakat, meluruskan informasi, sebagai juru damai dan merekat persatuan.

”Untuk bisa menjalankan keempat fungsi ini dengan baik, wartawan harus memahami tentang jurnalisme damai,” sambungnya.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, Jupendri, yang juga narasumber pada diskusi tersebut mengatakan, tema diskusi ini sangat relevan dengan kondisi kekinian Bangsa Indonesia, karena banyaknya isu-isu yang muncul di media sosial berpotensi memecah belah NKRI, seperti gerakan Partai Komunis Indonesia, ISIS dan isu lainnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/z6b2/badminton-sports-history