Jangan Suka Iri

Jangan Suka Iri

Korry si lebah tampak terbang sendirian. Ia sedang mencari madu. Ia pun terbang dari satu bunga ke bunga lain.

Korry lalu hinggap di sekuntum bunga mawar. Rupanya, di sana sudah ada sekelompok kupu-kupu. Mereka sangat cantik. Sayap mereka pun berwarna-warni.

Korry mendekati kelompok kupu-kupu itu.

“Mau apa kau ke sini?” gertak salah satu kupu-kupu yang bernama Lili.

Seketika, Korry berhenti. Ia sangat kaget.

“Aku ingin mencari madu bersama kalian,” jawab Korry dengan polos.

“Tidak boleh! Kamu cari bunga di tempat lain saja. Kami takut terkena sengatmu,” cegah Fifi, dan kupu-kupu yang lain.

Mendengar perkataan itu, Korry bersedih. Ia menunduk dan terbang menjauh.

Sesekali, Korry melihat kelompok kupu-kupu itu. Pasti akan menyenangkan jika bisa berteman dengan mereka.

Mereka semua cantik, dan banyak anak yang mengajak mereka bermain. Tidak seperti aku yang selalu dijauhi, pikir Korry.

Tiba-tiba, terdengar keributan. Olala, keributan itu berasal dari kelompok kupu-kupu. Korry melihat ke kelompok kupu-kupu itu. Ternyata benar. Anak-anak itu mengejar mereka.

Korry semakin sedih. Mereka terlihat asyik bermain-main.

Ketika Korry hendak terbang semakin jauh, tiba-tiba…

“Tolong! Tolong!” terdengar suara teriakan.

Sontak, Korry langsung berbalik dan mencari asal suara.

Ternyata yang berteriak adalah kelompok kupu-kupu.

“Lho, bukannya mereka sedang bermain dengan anak-anak?” gumam Korry, bingung.

Korry melihat Lili si kupu-kupu tertangkap oleh jaring salah satu anak.Ah, Lili bahkan hendak dimasukkan ke dalam stoples kaca! Melihat hal itu, Korry menjadi panik.

Korry langsung terbang menghampiri anak itu, dan mengarahkan sengatnya. Dengan sekali tusukan, sengat Korry menancap di lengan anak itu,Anak itu mengeluh kesakitan. Seketika…

Prang!

Stoples di tangan anak itu jatuh dan pecah. Dengan sigap, Lili terbang meninggalkan anak yang kesakitan itu.

Lili dan kelompok kupu-kupu lain saling berpelukan. Sedangkan Korry, ia hanya melihat dari kejauhan.

Ia ingin mendekat, dan menanyakan apakah Lili baik-baik saja.Tapi, urung ia lakukan.

Ia takut akan kembali diperlakukan dengan tidak baik oleh kelompok kupu-kupu itu.

Akhirnya, Korry memutuskan terbang menjauh. Tapi, tiba-tiba, ia mendengar namanya dipanggil.

“Korry!” Korry langsung mencari suara yang memanggil namanya. Ternyata Lili dan teman-temannya. Korry pun berhenti.

“Maafkan kami, Korry. Kami sudah berbuat tidak baik kepadamu, tapi kamu justru telah menolong kami,” ucap Lili.

“Tidak apa-apa,” jawab Korry dengan pelan.

“Sebenarnya, kami iri kepadamu. Kamu mempunyai sengat, dan selalu dijauhi oleh anak-anak. Sementara anak-anak selalu membahayakan kami,” jelas Lili sambil tertunduk diam.

“Maukah kamu menjadi teman kami?” pinta Lili.

Alangkah senangnya Korry. Ia tersenyurn sambil mengangguk. Lili dan teman-temannya pun memeluk Korry.

Saat itulah, Korry baru sadar, bahwa Tuhan menciptakan makhluk dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Tidak ada makhluk sempurna di bumi ini. Lebih baik mernanfaatkan kelebihan diri sendiri, daripada iri dengan kelebihan orang lain.

Baca Juga :