2 Siswa SD Indonesia Raih Emas Olimpiade Internasional Matematika di China

2 Siswa SD Indonesia Raih Emas Olimpiade Internasional Matematika di China

2 Siswa SD Indonesia Raih Emas Olimpiade Internasional Matematika di China

2 Siswa SD Indonesia Raih Emas Olimpiade Internasional Matematika di China

2 Siswa SD Indonesia Raih Emas Olimpiade Internasional Matematika di China

Dua siswa kelas 5 SD Labschool Unesa Surabaya, yakni Kanaya Ramadhani dan Wijaksara

Aptaluhung mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Kedua pelajar ini meraih medali emas pada Olimpiade Matematika ”International Mathematics Wizard Challenge (IMWiC)” yang diselenggarakan pada 20-23 Mei 2017 di Xiamen, China.

”Alhamdulillah, dua siswa kami berhasil meraih medali emas, dan menjadi peserta terbaik dan masing-masing mendapatkan medali emas pada IMWiC di Xiamen, China,” kata Alimufi Arief, Direktur Labschool Unesa, Jumat 26 Mei 2017.

Alimufi menambahkan, prestasi yang diukir muridnya itu berdasarkan seleksi regional dari 24 siswa siswi peserta yang diantaranya kela 2 Sekolah Dasar (SD) dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Setelah disaring kedua pelajar ini bersaing dengan 500 pelajar terbaik binaan penddikan MIPA

dari empat negara yakni China Indonesia, Singapura dan Filipina.

”Sebelum berangkat ke China mereka terlebih dahulu melakukan karantina dan pembekalan di Bogor oleh Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Raden Ridwan Hasan Saputra selama lima hari,” tutur Ali.

Wijaksara Aptaluhung, pemenang olimpiade IMWiC mengungkapkan, kejuaran yang dilangsungkan di Hotel Xiamen Software Park, Tiongkok itu menerapkan tes individu, dan para peserta harus mengerjakan 17 soal esai dalam waktu 75 menit.

”Tiap soal yang diberikan memiliki nilai masing-masing, dan saya kemarin berhasil mengerjakan 15 soal

dengan waktu yang cukup,” ujar siswa yang akrab dipanggil Adi.

Menurutnya, olimpiade matematika yang pernah diikutinya ini lebih mudah dibandingkan dengan dua olimpiade sebelumnya.

”Selain gemar belajar matematika, saya juga pernah ikut kejuaraan bahasa Inggris yang hanya tingkat nasional tapi tidak mendapatkan peringkat,” kata Adi lagi.

Sementara itu, Kanaya Ramadhani mengungkapkan kiat sukses dalam mengungguli peserta lainnya sekaligus meraih peserta terbaik. Dirinya menerapkan pola belajar dan bermain yang terjadwal.

”Setiap hari saya selalu bangun pagi, meski sekolah fullday school, saya juga ikut les matematika dan bahasa Inggris, Tapi ketika libur, ya libur. Kalau gak gitu ya main game,” kata Kanaya tentang prestasi di olimpiade matematika ini

 

Baca Juga :