Pengabdian bagi Masyarakat Bandung Barat

Pengabdian bagi Masyarakat Bandung Barat

Pengabdian bagi Masyarakat Bandung Barat

Pengabdian bagi Masyarakat Bandung Barat

Pengabdian bagi Masyarakat Bandung Barat

Sebagai bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Universitas Nurtanio (Unur)

Bandung akan mengabdi pada masyarakat Kabupaten Bandung Barat, dengan harapan eksistensinya selama ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengabdian tersebut tertuang dalam MoU tentang kerjasama dalam bidang pendidikan, pengabdian pada masyarakat, penelitian dan bidang lainnya yang ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, di Ngamprah, Senin (3/9).

Rektor Unur Bandung, Suparman ST, MM menuturkan, sudah sejak lama pihaknya berhubungan dengan Kabupaten Bandung Barat secara tidak langsung, karena beberapa mahasiswanya berasal dari Kabupaten Bandung Barat dan tidak sedikit dari mahasiswanya yang melakukan penelitian di sekitar Bandung Barat.

“Sebagai salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat, kami memiliki desa binaan,

yakni Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah melalui pembinaan pembuatan website, transfer ilmu tentang teknik informatika hingga mengajarkan blokade terhadap situs-situs terlarang yang tidak boleh diakses oleh anak-anak di bawah umur,” terangnya.

Meskipun demikian, dia menjelaskan bahwa baru kali ini ada MoU yang jelas antara universitas yang dipimpinnya dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Suparman berharap kerjasama ini bisa dilakukan secara berkelanjutan sehingga bisa dirasakan lebih jauh manfaatnya oleh masyarakat Bandung Barat. “MoU yang dilaksanakan saat ini memang hanya untuk satu tahun ke depan saja, tapi diharapkan bisa ditindaklanjuti lebih jauh. Sebab kerjasama semacam ini idealnya dilaksanakan dalam tempo 5 tahunan,” imbuhnya.

Pejabat Bupati Bandung Barat, Dadang Mohamad mengaku gembira dengan adanya

perjanjian kerjasama ini. Karena berdasarkan pengalamannya ketika bertugas keluar negeri, kerjasama pemerintah dengan akademisi idealnya dilakukan dengan universitas bukan langsung dengan pihak ketiga.

“Jadi, di luar negeri jarang sekali konsultan yang berasal dari luar universitas. Tapi jika dinilai ada kekurangan, maka universitas tersebut yang menggandeng pihak ketiga. Sedangkan di Indonesia, saya melihat hanya beberapa universitas saja yang dimanfaatkan oleh pemerintah, sedangkan mayoritas lainnya dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Dadang menambahkan, momentum ini juga bisa dijadikan kesempatan untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat sebagai bentuk pengabdian universitas pada masyarakat yang berkolaborasi dengan pemerintah. “Lebih jauhnya soal penguatan SDM di Bandung Barat. Karena melalui pendidikan bisa memperkuat kualitas SDM,” tandasnya

 

Sumber :

https://nashatakram.net/