Kunci Kebahagiaan Ada Pada Kesederhanaan

Kunci Kebahagiaan Ada Pada Kesederhanaan

Kunci Kebahagiaan Ada Pada Kesederhanaan

Kunci Kebahagiaan Ada Pada Kesederhanaan

Kunci Kebahagiaan Ada Pada Kesederhanaan

“In character, in manner, in style, in all things, the supreme exellence is simplicity – Dalam karakter, sikap, gaya, dalam segala hal, kesederhanaan adalah hal yang terindah.” [Henry Wadsworth Longfellow]

Saya pernah membaca sebuah pernyataan, ”Orang yang belum bisa menyederhanakan suatu penjelasan sebenarnya ia tidak menguasai masalah.” Oleh karena itu, apabila ada seorang mengaku pakar namun saat menjelaskan sesuatu “ngjlimet” dan susah dipahami berarti ia belum pakar (ahli) yang sesungguhnya. Ia pakar dalam hal lain, pandai kelakar.

Sebagai seorang guru, saya dituntut untuk menyampaikan sesutu sesederhana mungkin. Dalam menyampaikan suatu informasi agar mudah dipahami mestilah runut dan bertahap, terkadang mesti menyembunyikan kerumitan dengan menyampaikan apa yang penting saja, dan menyimpan pengetahuan yang belum dirasa penting disampaikan untuk disampaikan di lain waktu. Bukankah pisau lipat “Swiss Army” yang lengkap dan bermanfaat itu tidak dapat digunakan, kalau semuanya dikeluarkan?

Tidak sedikit orang yang mudah terpesona dengan hal-hal yang kompleks dan rumit. Dalam pikirannya, segala yang rumit atau kompleks, pastilah luar biasa, canggih, dan ‘wah’. Namun sayangnya kadang pandangan tersebut dibarengi dengan menganggap remeh hal-hal sederhana. Kesederhanaan dipandang hanya sebelah mata.

Menyadari betapa dunia saat ini sudah begitu kompleks merupakan satu kenyataan yang tak terbantahkan. Perkembangan teknologi dan komunikasi melesat begitu cepat. Teknologi-teknologi terbaru terus bermunculan. Betul, kalau sekarang dunia kita begitu kompleks. Namun, kerumitan tak seharusnya kemudian ditampilkan dengan rumit juga. Yang hebat menurut saya adalah mampu menjadikan segala hal yang begitu rumit menjadi jauh lebih sederhana. Agar siapapun bisa menikmatinya dengan nyaman.

Kita bisa lihat Google. Di balik kerumitan Google dalam proses pembuatannya, Google menawarkan hal yang sangat sederhana kepada para penggunanya. Bila kita ingin mencari sesuatu, kita cukup mengetikkan kata yang dicari, dalam sepersekian detik hasil pencarian langsung muncul. Kemudahan dan kesederhanaan Google membuatnya menjadi search enginenomor satu di dunia. Kesederhanaan Google itu pula yang menjadi trend-setter di kalangan search engine lain. Dan menjadikan “simplicity web” sebagai falsafah acuan bagi para pembuat situs web di dunia.

Kesederhanaan membuat kita lebih fokus, membuat tindakan kita lebih efektif dan efisien, serta membuat hidup kita lebih mudah/simpel. kesederhanaan adalah kekuatan yang luar biasa. Mengapa kita harus membuatnya menjadi rumit bila yang sederhana terbukti berhasil?

Pada prinsipnya manusia menginginkan kesederhanaan (simplicity), dan menghindari kerumitan (complexity). Begitu juga dengan Islam. Islam selalu memberikan hikmah sesuatu kepada orang yang mau berpikir walau sesuatu itu kadang kita anggap sebagai hal yang sepele. Kesederhanaan Islam dalam perintah-perintahnya, sungguh ternyata di balik kesederhanaan itu mempunyai hikmah yang luar biasa.

“Agama ini mudah. Siapapun yang mempersulit diri dalam menjalankan agama ini, pasti akan kalah.”

“Orang yang mencapai kejayaannya ialah orang yang bertindak di atas prinsip Islam dan hidup secara sederhana” (HR. Ahmad Tirmidzi, Ibnu Majah, dikutip oleh mishkat, Edisi Urdu, Opcit Vol II, hal 245, No. 4934.)

Kesederhanaan itu adalah cerminan dari kematangan, semakin matang seseorang maka ia akan berlaku lebih sederhana dan simpel. Kesederhanaan yang paling baik adalah peristiwa ketika Allah mencipta segala sesuatu. Allah hanya mengatakan “kun fayakun”, maka jadilah apa yang diinginkan Allah. Ini merupakan gambaran Kesederhanaan Tingkat Tinggi…

Steve Jobs, adalah orang yang tergila-gila akan filosofi kesederhanaan. Kita bisa merasakan itu dalam setiap produk Apple yang dirilis pada eranya berkuasa. Menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia ini.

Seperti yang dikatakan Steve Jobs sendiri,  “That’s been one of my mantras – focus and simplicity. Simple can be harder than complex. You have to work hard to get your thinking clean to make it simple. But it’s worth it in the end because once you get there, you can move mountains”. Menjadikan segala sesuatu sederhana itu sulit! Namun sepadan dengan hasilnya, karena jika kita berhasil, maka kita bisa memindahkan gunung sekalipun.

Semua orang yang telah mencapai kesuksesan tahu, bahwa segalanya terlihat mudah karena waktu dan perjuangan yang telah dikorbankan amat besar. Membuat sesuatu jadi mudah adalah hal yang sederhana dan menyederhanakan sesuatu adalah hal yang mudah ketika kita telah berhasil menemukan keseimbangan dan harmoni dalam pikiran dan hati.

Sumber : https://downloadapk.co.id/