Banyak Keluhan Soal Tes Numerik dalam PPDB Jalur Kawasan

Banyak Keluhan Soal Tes Numerik dalam PPDB Jalur Kawasan

Banyak Keluhan Soal Tes Numerik dalam PPDB Jalur Kawasan

Banyak Keluhan Soal Tes Numerik dalam PPDB Jalur Kawasan

Banyak Keluhan Soal Tes Numerik dalam PPDB Jalur Kawasan

Tes potensi akademik (TPA) dalam seleksi penerimaan peserta didik baru jalur kawasan berlangsung Kamis (15/6). Sebanyak 7.128 peserta menjalani ujian di 16 sekolah. Ada 68 peserta yang tidak hadir tanpa keterangan.

Meski TPA dijadwalkan pukul 08.00, suasana di beberapa sekolah sudah ramai sebelum pukul 07.00. Salah satunya terlihat di SMPN 22 Surabaya. Wali murid memadati lobi sekolah yang jadi batas terakhir mengantar siswa.

Ada 32 ruang yang disediakan di SMPN 22. Sebanyak 640 peserta dijadwalkan mengikuti TPA. Namun, tercatat 6 peserta tidak hadir dalam tes tersebut.

Tes berlangsung dua jam. Setiap anak harus menghadapi 180 soal dalam tiga jenis. Yakni, verbal, numerik, dan figural.

Setelah ujian, aneka ragam ekspresi pun muncul. Putri Wanda Hapsari dari SDN Dukuh Menanggal I mengatakan, ”Semuanya sulit.” Sedangkan Mochammad Kahfi Arya Wardana dari SDN Keputran 1 hanya kesulitan dalam soal numerik. ”Ngitungnya di lembar soal. Jadi, habis ngitung harus langsung saya hapus biar ada ruang coret-coret lagi,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Cika Adi Syarifah. ”Ngitungnya harus kecil-kecil nulisnya, biar muat tempatnya,” jelasnya. Memang, Cika mengungkapkan bahwa hal tersebut sempat membuatnya bingung dan kesulitan dalam mengerjakan.

Keluhan terhadap soal numerik juga disampaikan Oktavia Lolita. Menurut dia,

di antara jenis soal yang lain, soal hitungan yang paling membuatnya kesulitan.

Beberapa peserta di SMPN 1 Surabaya juga mengeluhkan soal numerik. Salah satunya diungkapkan Anis Nur Soliha. Menurut siswa dari SDN Gading IX itu, soal numerik cukup menyita perhatian. ”Lumayan susah,” ungkapnya. Anis menuturkan, dirinya merasa belum paham terhadap beberapa soal yang diujikan dalam tes tersebut.

Bocah yang tinggal di Jalan Kapas Madya itu mengaku ingin bisa masuk SMPN 1. Namun, jika tidak bisa masuk jalur kawasan, dia telah menyiapkan alternatif lain. Yakni, mendaftar melalui jalur reguler di SMPN 9 atau SMPN 37.

Psikolog Universitas Airlangga (Unair) Margaretha menyatakan bahwa soal numerik bertujuan mengukur penalaran angka dan kemampuan berhitung. ”Kalau figural itu berisi gambar pola untuk menguji logika berpikir,” terangnya. Lanjut dia, soal verbal ditujukan untuk mengetahui cara berpikir anak dalam mengolah informasi bahasa. ”TPA ini untuk mengetahui kemampuan berpikir yang bisa digunakan dalam memprediksi keberhasilan anak di sekolah nanti,” paparnya.

Sekretaris Dispendik Surabaya Aston Tambunan menuturkan, seluruh soal dan hasil tes

diserahkan ke Unair. Dinas sama sekali tidak ikut campur. ”Kami ingin tesnya berjalan netral,” tuturnya.

Bukan hanya soal dan jawaban, tidak ada satu pun petugas pengawas tes dari sispendik. Seluruhnya dipercayakan kepada para mahasiswa Unair.

Pengumuman hasil TPA bisa diakses sejak pukul 00.00 (16/6) melalui website PPDB Surabaya. Selain itu, peserta bisa memantau lewat pengumuman yang ditempel di sekolah masing-masing.

Menurut Aston, laporan hasil TPA hanya memuat nama dan lulus atau tidaknya siswa tersebut. Nilainya dirahasiakan. Siswa lulus bisa langsung melakukan daftar ulang di SMP sesuai penerimaannya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Surabaya Sudarminto

mengimbau para siswa untuk tetap optimistis. ”Sampai di tes TPA itu sudah prestasi yang bagus bagi anak-anak. Karena pasti nilainya baik,” katanya.

Karena itu, dia mengatakan bahwa apa pun hasil yang diumumkan hari ini, para anak diharapkan tidak perlu khawatir jika belum lolos. Menurut dia, masih ada jalur reguler yang bisa diikuti setelah ini. ”Meskipun bukan kawasan, sudah banyak sekolah yang sudah ke arah sekolah unggulan,” tambahnya.

Selain itu, masih ada kesempatan pada masa pemenuhan pagu. Sebab, ada kemungkinan bahwa siswa yang diterima tidak mendaftar ulang. ”Bisa menunggu sampai jadwal pemenuhan pagu. Siapa tahu mengisi tempat yang kosong,” terangnya. Pemenuhan pagu akan diumumkan pada 18 Juni pagi. Anak yang masih berminat di sekolah kawasan bisa menunggu sampai waktu tersebut. ”Kalau memang belum rezekinya, bisa langsung ke jalur reguler. Ngepasi (bertepatan, Red) hari terakhir pendaftaran juga,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372236/geography-concept.html