Soal 2A Bahasa Indonesia

Soal 2A Bahasa Indonesia

Soal 2A Bahasa Indonesia

Soal 2A Bahasa Indonesia

Soal 2A Bahasa Indonesia

Bacalah paragraf di bawah ini dengan teliti!

Harga minyak dunia yang mencapai hampir $70 AS per barel akan memaksa pemerintah untuk menyediakan dana subsidi BBM sebesar Rp113,7 triliun. Karena pemakai BBM terbanyak adalah golongan menengah atas, berarti pemerintah menguras APBN justru untuk menyubsidi mereka, sementara rakyat miskin tidak mendapat apa-apa. Oleh karena itulah pemerintah berusaha menghemat pengeluaran untuk subsidi BBM, dan hasil dari penghematan itu akan didistribusikan kepada 15,5 juta keluarga miskin dalam bentuk uang tunai langsung sebesar Rp 100.000,00 per bulan selama satu tahun.

Akan tetapi, ada pihak-pihak yang menyangsikan efektivitas langkah pemerintah itu.

Alasannya, subsidi langsung sebesar Rp 100.000, itu tidak akan sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari sebagai akibat berantai dari naiknya harga BBM. Di sisi lain, model pemberian uang tunai secara cuma-cuma dipandang tidak mendidik dan akan menimbulkan ketergantungan. Selain itu, model ini juga akan merangsang banyak orang untuk ‘’memiskinkan’’dirinya dengan harapan mendapat bantuan pemerintah daripada merangsang untuk bekerja agar bisa keluar dari kemiskinan.

Gagasan utama paragraf pertama adalah……..

a. Subsidi BBM sebesar 113,7 triliun lebih banyak dinikmati golongan menengah atas.
b. Akibat mahalnya harga minyak dunia, pemerintah menyediakan dana subsidi BBM.
c. Rakyat miskin tidak mendapat apa-apa dari subsidi BBM yang begitu besar.*
d. Pemberian subsidi kepada keluarga miskin menimbulkan masalah.

2. Simpulan bacaan di atas adalah…
a. Kebijakan pemerintah untuk mensubsidi langsung rakyat miskin dipandang tidak mendidik karena akan membuat mereka malas.*
b. Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM akan menyelamatkan APBN yang tertekan akibat kenaikan harga minyak dunia.
c. Kebijakan pemerintah untuk menaikkan kesejahteraan rakyat miskin melalui subsidi langsung sebesar Rp. 100.000,- per bulan.
d. Subsidi BBM sebesar 113,7 triliun lebih banyak dinikmati golongan menengah atas.

3. Mengapa langkah pemerintah untuk mensubsidi keluarga miskin disangsikan keefektifannya?
a. karena besarnya subsidi tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dan sistem ini dinilai tidak mendidik.*
b. karena jumlah orang miskin di Indonesia sangat banyak sehingga sulit membaginya secara merata.
c. karena pemerintah harus menyediakan dana subsidi sedikitnya 113,7 triliun.
d. karena yang menggunakan BBM terbanyak adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas.

4. Pemanasan global sebagai akibat dari efek rumah kaca telah mematikan ribuan biodiversitas. Makna istilah biodiversitas dalam kalimat tersebut adalah…
a . kelangkaan hewan
b. keistimewaan hayati
c. keanekaragaman hayati*
d. keberagaman hewani

Cermatilah pendapat berikut :

Untuk menjaga agar rupiah tidak merosot terhadap dolar, Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga rupiah. Dengan suku bunga yang tinggi, peredaran rupiah akan berkurang sehingga nilai rupiah otomatis akan naik.
Kalimat yang logis untuk menyanggah pendapat tersebut adalah…
a. Untuk menjaga agar nilai rupiah tidak merosot semua impor harus dihentikan sehingga cadangan devisa (dolar)kita utuh. Kalau devisa kita banyak, nilai rupiah akan terangkat.
b. Merosotnya nilai rupiah terhadap dolar tidak hanya karena rupiah yang beredar sedikit, tetapi juga karena kebutuhan dolar meningkat sehingga harga dolar naik dan sebaliknya rupiah tertekan.*
c. Kalau dilihat secara historis, nilai rupiah terhadap dolar terus menerus dari waktu ke waktu. Barangkali ini takdir Tuhan yang tidak bisa diubah oleh manusia.
d. Menaikkan suku bunga merupakan instrumen klasik yang tidak akan efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, apalagi untuk menaikkannya.

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/