BI Antisipasi Peredaran Upal Selama Pilkada

BI Antisipasi Peredaran Upal Selama Pilkada

BI Antisipasi Peredaran Upal Selama Pilkada

BI Antisipasi Peredaran Upal Selama Pilkada

BI Antisipasi Peredaran Upal Selama Pilkada

BANDUNG- Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada 2018

akan dilakukan di 16 kota dan kabupaten termasuk pemilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sudah dimulai yang ditandaiĀ  dengan mulainya pasangan calon (Paslon) melakukan safari ke sejumlah wilayah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, untuk mengantisipasi adanya peredaran uang palsu selama proses Pilkada, berbagai upaya mulai dilakukan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat.

“Kita ada beberapa kegiatan yang harus kita lakukan, pertama kita terus melakukan sosialisasi lebih intensif lagi dan kita juga akan menambah kebutuhan uang bagi masyarakat terutama di 16 kota dan kabupaten di Jabar yang akan melakukan Pilkada,” katanya.

Wiwiek berharap, dengan cara-cara seperti itu tidak terjadi adanya peredaran uang palsu

atau bisa mengurangi adanya uang palsu dimasyarakat selama proses Pilkada berlangsung maupun setelah kegiatan tersebut.

“Dalam menghadapi Pilkada tentu kita memiliki suatu harapan agar uang palsu itu tidak ada atau bisa kita turunkan,” harap Wiwiek, kepada www.Jabarprov.go.id

 

, Rabu (21/02)

Wiwiek juga meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk berhati-hati terhadap

kemungkinan peredaran uang palsu selama melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan denganĀ  Pilkada.

“BI tetap fokus bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan uang yang cukup dengan nominal yang berbeda dan jenis yang berbeda sehingga pada saat mereka membutuhkan uang itu bisa dipenuhi,’ tuturnya

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/examples-of-power-of-attorney-various-right-purposes