Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil – Adapun pengertian bagi hasil adalah suatu bentuk skema pembiayaan alternative yang membawa karakteristik yang jauh tidak sama apabila di bandingkan bersama dengan bunga. Nah, skema ini berwujud proporsi atas hasil usaha yang di biayai bersama dengan pembiayaan atau kredit, menjadi skema bagi hasil ini mampu di aplikasikan baik itu terhadap pembiayaan secara langsung atau terhadap pembiayaan lewat Bank Syari’ah.

Surat perjanjian bagi hasil ini merupakan surat formal yang membuktikan proporsi atas suatu hasil usaha, yang di biayai lewat pembiayaan atau kredit antara ke dua belah pihak bersangkutan demi terwujudnya kesepakatan yang mengetahui diawal pembentukan perjanjian usaha tersebut.

Bagian-bagian yang terdapat di dalam pembuatan surat perjanjian kerjasama bagi hasi, antara lain, di awali bersama dengan judul (Surat Perjanjian bagi Hasil), identitas lengkap (yang membuat perjanjian pihak pertama dan pihak kedua), di mengikuti bersama dengan pasal-pasal (berisi bermacam perjanjian), pentup atau anggota akhir, dan tanda tangan yang membuat perjanjian dari ke dua belah pihak.

SURAT PERJANJIAN BAGI HASIL

Pada hari : Senin

Tanggal   : 21 November 2016

Tempat   : Bank Mandiri Syariah

 

Oleh para pihak sebagai berikut:

 

Nama    : Suherman

Jabatan : General Manager Bank Mandiri Syariah

 

Yang di dalam hal ini melakukan tindakan untuk dan atas nama Bank Mandiri Syariah, dan untuk setelah itu di sebut sebagai PIHAK PERTAMA.

 

Nama     : Munawir

Umur      : 28

Alamat    : Jln. Manggis No. 67 Banda Aceh

No. SIM  : xxxxxxxxxxxxxxxx

 

Nama      : Fahmi

Umur       : 29

Alamat     : Jln. Kemudi No. 45 Banda Aceh

No. KTP  : xxxxxxxxxxxxxxxx

 

Nomor 2 dan nomor 3 diatas melakukan tindakan atas nama sendiri dan untuk mengkombinasikan diri tiap-tiap yang untuk setelah itu di sebut selaku PIHAK KEDUA.

 

Kedua belah pihak udah setuju di dalam mengadakan perjanjian Pembiayaan Musyarakah (Penyertaan Modal) yang terikat bersama dengan beberapa syarat dan ketetapan seperti dibawah ini:

 

Pasal I

Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai sahibul maal setuju untuk membiayai beberapa modal kerja yang diperlukan untuk menggerakkan usaha PIHAK KEDUA selaku mudharib bersama dengan Pembiayaan Musyarakah (Penyertaan Modal) ada PIHAK KEDUA, sebesar: Rp. […….] yang bersama dengan penambahan modal ini dapat membuat berubahnya permodalan usaha PIHAK PERTAMA, dari Rp. [……..], menjadi Rp. [……..] bersama dengan proporsi 66,3% modal PIHAK KEDUA dan 33,7% modal PIHAK PERTAMA.

 

Pasal II

Bahwa Kedua belah pihak udah bersepakat bahwa akad berikut terikat terhadap beberapa syarat dan ketentuan-ketentuan seperti berikut:

 

  1. Pembiayaan berikut terlalu digunakan cuma untuk menambah modal kerja bagi usaha PIHAK KEDUA.
  2. Jangka saat pembiayaan adalah sepanjang 4 bulan (120 Hari), maka dikarenakan itu perjanjian Pembiayaan Musyarakah ini berlaku sejak tanggal di tandatanganinya akad/perjanjian ini, dan dapat jatuh tempo terhadap tanggal […..].
  3. PIHAK KEDUA berkewajiban untuk memberi tambahan hasil atas penyertaan modal [……], maka bersamaan bersama dengan tanggal jatuh tempo perjanjian Pembiayaan ini yang besarnya dapat di kalkulasi terhadap akhir era perjanjian ini.
  4. Karena PIHAK PERTAMA meniadakan kewajibannya sebagai Musyarik, maka PIHAK PERTAMA cuma dapat mengambil alih 45% hasil Penyertaan Modal tersebut.
  5. PIHAK KEDUA selaku Mudharib berhak untuk laksanakan segala hal mengenai usahanya berikut cocok ketetapan syar’i dan kesepakatan ke dua belah pihak tanpa keikutsertaan PIHAK PERTAMA di dalam managemen kalau di dalam hal laksanakan pengawasan dan pembinaan.
  6. PIHAK KEDUA berjanji dapat memberi tambahan laporan atas usahanya berikut terhadap tiap tiap akhir bulan kepada PIHAK PERTAMA secara benar dan jujur.
  7. Sebagai konsekwensi dari akad Musyarakah maka PIHAK PERTAMA cuma menjamin kerugian yang terlalu terbukti dikarenakan efek usaha dan FORCE MAJEUR dan oleh dikarenakan itu tidak menjamin kerugian yang di akibatkan oleh kesalahan baik itu disengaja, atau dikarenakan kecerobohan, atau dikarenakan kelalaian dan atau dikarenakan menyalahi perjanjian.

 

Pasal III

Untuk menjamin keamanan demi terpenuhinya akad sebagaimana tujuan perjanjian pembiayaan musyarakah ini maka:

 

  1. PIHAK KEDUA bersedia untuk menyerahkan jaminan berupa: BPKB [..…]; Atas Nama [..…]; bersama dengan spesifikasi sebagai berikut: No. Polisi [..…]; Type [..…]; Model [..…]; Tahun Pembuatan […..]; Tahun Perakitan [..…]; No. Rangka [..…]; dan No. Mesin [..…] sebagai jaminan atas akad pembiayaan musyarakah ini.
  2. PIHAK KEDUA bersedia dan bertanggung jawab untuk membebaskan hak atas jaminan berikut terhadap pasal III ayat 1 kepada PIHAK PERTAMA, dan apabila PIHAK KEDUA bersama dengan sengaja melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana di atur di dalam Pasal II perjanjian ini tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari PIHAK PERTAMA mempunyai hak terhadap barang berikut bersama dengan tanpa sesuatu yang di kecualikan untuk menarik jaminan dan atau untuk menjualnya kepada pihak lain dan bertujuan untuk melunasi kewajiban PIHAK KEDUA.

 

Demikianlah perjanjian ini di membuat bersama dengan sebenar-benarnya, dan di tanda tangani oleh ke dua belah pihak.

 

Banda Aceh, 21 November 2016

 

PIHAK PERTAMA                                                                     PIHAK KEDUA

 

 

Suherman                                                                                          Munawir

 

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/